19/05/2016

Pengalaman: Tertolak oleh Google Adsense

Ditolak google adsense
Pernahkah Anda ditolak oleh Google Adsense?

Sedih dan kecewa sudah pasti dirasakan saat menerima surat penolakan.

Beberapa hari yang lalu permohonan Adsense saya ditolak.

Rasanya seperti ingin pindah raga ke orang lain yang sudah diterima Adsense saja.

Mengapa ditolak Adsense saja bisa sampai begitu ya banget perasaannya?

Alasannya sederhana karena......

Adsense sistematikanya mudah,


Karena tidak seperti cara lainnya dalam mendapatkan uang dengan blog, Anda tinggal memasang link Adsense di blog Anda --> ada yang klik (bukan Anda sendiri) --> Anda dapat uang.

Ha?! Gitu doang?

Iya, begitu saja. Sangat mudah kan?

Bayangkan saja jika Anda mempunyai 1 blog yang ramai. Blog itu setiap harinya mendapatkan page view minimal 10.000 page view.

Andaikan saja, dalam sehari ada 500 orang yang kepincut dengan iklan yang terpasang di blog Anda, lalu 500 orang itu akhirnya mengeklik iklan itu.

Kira-kira dalam sehari Anda dapat berapa earningnya?

Itu baru 1 blog yang Anda pasang iklan Adsense, bayangkan kalau Anda punya 5 blog dengan kriteria yang sama dan kelimanya Anda pasang iklan Adsense juga.

Berapa banyak pendapatan Anda dalam sehari?

Jangan meremehkan PPC yang satu ini, nilai per kliknya cukuplah tinggi daripada PPC lokal.

Bagaimana para blogger tidak tergiur oleh program Google yang satu ini? Kalau sekarang tidak, pasti dahulu pernah mencobanya.

Pengalaman pertama saya mendaftar adsense,


Beberapa hari yang lalu saya mencoba untuk mengajukan permohonan ke Adsense.

Untuk cara pengajuan adsense hosted permohonannya bisa Anda lihat di panduan mendaftar Adsense Hosted.

Saya mengajukan permohonan ke Adsense bermodalkan 19 konten, beberapa konten hasil ketikan tangan saya sendiri dan beberapa konten yang lain adalah hasil salin tempel dari wikipedia.org.

Saya bergabung dengan blogger pertama kali pada tanggal 16 Maret 2016 dengan menggunakan blog uji coba saya, XDR-GUGULL.

Pada pengajuan pertama ini saya ditolak karena konten tidak memadai.

Sakit sih, karena konten saya dianggap belum memadai.

Kurang lebih ini point pentingnya seperti ini,

  1. Pastikan laman Anda berisi teks yang memadai - situs web yang kontennya sebagian besar adalah gambar, video, atau animasi Flash tidak akan disetujui.
  2. Konten Anda harus berisi kalimat dan paragraf lengkap, bukan sekadar judul.
  3. Pastikan situs web Anda telah sepenuhnya rampung dan diluncurkan sebelum Anda mengajukan permohonan untuk AdSense - jangan ajukan permohonan ketika situs Anda masih dalam versi beta atau tahap "sedang dibuat" atau hanya terdiri dari kerangka situs web.
  4. Tempatkan kode iklan di laman aktif situs web Anda. Tidak harus berupa laman utama, namun laman percobaan yang kosong kecuali untuk kode iklan AdSense tidak akan disetujui.
  5. Sediakan sistem navigasi yang jelas untuk para pengunjung agar mudah menemukan semua bagian dan laman dalam situs web Anda.
  6. Jika Anda ingin memonetisasi video YouTube, ajukan permohonan untuk program monetisasi YouTube. Perhatikan bahwa blog dan situs web yang hanya berisi video tidak akan disetujui.

Hehh... Setelah membaca e-mail tersebut, saya langsung mencari konten dengan Google Search dan bertemu beberapa blog di sana dan tidak lupa juga saya mengunjungi situs resmi bantuan Google.

Informasi penting yang saya dapatkan, antara lain:


Informasi-informasi ini adalah saran-saran agar cepat diterima google adsense.

Yang ke-1


Konten haruslah didominasi oleh teks tulisan, bukan gambar, video, atau animasi flash.

Maksudnya... Sebuah blog tidak mungkin diterima oleh Adsanse, jika dalam sebuah konten didominasi oleh gambar, video, atau animasi flash.

Google menganggap bahwa, konten yang memiliki teks sedikit adalah konten yang tidak kaya informasi.

Yang ke-2


Konten haruslah berupa paragraf lengkap, bukan hanya judul.

Maksudnya, bukan berarti Anda harus membuat paragraf-paragraf panjang seperti yang ada dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Namun, konten Anda haruslah gemuk alias kaya informasi.

Yang ke-3


Situs website Anda sepenuhnya rampung.

Artinya, keadaan blog Anda saat mengajukan permohonan haruslah tanpa cacat atau error.

Jika terjadi sebuah error, besar kemungkinan permohonan Anda ditolak.

Saran.
Saat Anda mengajukan permohonan ke Adsense, jangan mengedit tata letak, setelan, dan/atau template. Supaya aman dari poin ini.

Karena menurut saya, dengan melakukan hal-hal itu bisa memberi sinyal kepada Google bahwa situs Anda sedang dalam perbaikan.

Hmm... Apakah boleh update konten?

Jawabannya: Boleh.

Justru saat Anda sedang manjalani masa review, Anda harus update konten. Terutama konten buatan tangan Anda sendiri.

Yang ke-4


Tempatkan kode iklan di laman aktif situs website Anda.

Lhoh... emang ada kode iklannya?

Iya, belum ada. (Masalah ini ada ketika ditolak setelah review kedua)

Masalah ini muncul karena kode iklan yang Anda tempatkan menyalahi aturan Google.

Paham? Jadi jika Anda sedang menjalani tahap pertama tidak usah bingung dengan masalah ini.

Yang ke-5


Sediakan sistem navigasi yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca.

Sediakan, widget-widget yang mempermudah pengunjung dalam menemukan konten-konten Anda.

Seperti widget search, arsip, konten terkait, pos terpopuler, dan pos unggulan.

Yang ke-6


Blog-blog dengan materi utama berupa video tidak akan diterima oleh Google.

Jika Anda ingin memonetisasi dengan berbekal video, sebaiknya Anda memakai Youtube.

Karena, pada awalnya blog dibuat dengan tujuan utama sebagai tempat membagikan konten berupa artikel.

Setelah baca dan menganalisa....


Nah. Setelah tau hal itu, saya menambah 1 konten dan saya  langsung ajukan kembali permohonan ke Adsense.

Namun, saya ditolak lagi dengan alasan yang sama.

Hmm... Lalu saya berpikir

  • Apakah ini karena konten di blog saya terlalu sedikit ya?

Padahal banyak orang juga yang sukses diterima oleh Adsense dengan konten sedikit.

  • Apakah karena sistem navigasi blog saya ya? Sidebar saya dianggap tidak user friendly?

Mungkin iya...

Oke. Saya akan coba perbaiki ini.

Karena sebelum ini, widget pada sidebar yang tidak terpakai akan tersembunyi.

Setelah itu, saya pergi ke sana-kemari mencari cara untuk menghentikan efek sidebar saya.

Namun sayang sekali, tidak ketemu, usaha saya sia-sia.

Hmm... Setelah saya mengeditnya sendiri (sebisa saya) di Edit HTML dan akhirnya efek tersebut berhenti.

Yay!

Lalu. Setelah memperbaiki masalah ini saya mengajukan permohonan lagi untuk kali ketiganya.

Kiranya diterima sama Google.

[Update]


Baru saja saya membuka e-mail dan ternyata permohonan saya ditolak lagi.

Saya ditolak lagi dengan alasan yang sama, konten tidak memadai.

Hmm. Mungkin karena dua masalah yang sama, artikel dan sistem navigasi.

Intinya dengan berbekal 21 konten di blog, terdiri dari 8 konten buatan sendiri dan 13 konten ada salin-tempelnya, tidak bisa diterima oleh Google.

Lhohh... Jika begitu Anda tidak konsisten dong. Kok Anda menyarankan untuk tidak salin-tempel, tapi kenyataannya salin tempel juga.. Kenapa?

Alasan saya, karena saya tidak tau kode-kode HTML tapi saya memaksakan mengisi blog dengan konten script. Ya, jadinya kan mau nggak mau dianggap salin tempel.

Hmm... Namun dengan begitu saya sekarang jadi tau,

Yang dimaksud oleh Google konten unik dan original adalah konten yang secara keseluruhannya unik (baru; belum ada di tempat mana pun) dan dibutuhkan oleh banyak orang.

Dan sekarang masalah navigasi blog, mungkin yang salah adalah SEO On-page blog saya.

Ya okelah saya akan memperbaikinya agar cepat keterima Adsense.

Ending..


Itu tadi pengalaman saya saat melakukan pengajuan permohonan ke Adsense.

Semoga Anda tidak mengalaminya dan bisa diterima Adsense. AMIN.

Hmm.. Apakah Anda juga mau berbagi pengalaman mengenai hal ini? Jika iya, Anda bisa membagikannya melalui kolom komentar di bawah.

Terima kasih.

4 komentar

Jadikan kegagalan itu sebagai pelajaran gan

blog saya sudah rampung kok masih di tolak yach,,,kenapa yach..?

Sampai sekarang saya masih mencoba agar diterima AdSense.

Semangat gan!
Moga-moga cepat diterima..

Ayo komentar.... :) Bagikan pengalaman Anda!
EmoticonEmoticon